Tuntunan Dan Pengalaman Ibadah Haji
Harga: Rp32.500 Rp27.625
Harga dalam Point Hadiah: 13
Harga dalam Point Hadiah: 13
Penerbit : Era Intermedia
Penulis : S.Harri Ash-Shiddiqie, Khoirul Hadi
Jumlah Halaman : 274 hlm.
Ukuran :12 x 19.5 cm
Resensi :
Banyak yang menduga haji itu sulit, apalagi ketika melihat buku manasik haji yang tebal atau banyaknya doa yang harus dihafal. Seorang penatar bilang, bila ketua rombongan bertalbiyah, ikuti talbiyahnya; memutari Kakbah, ikut mutar; rambut digunting, ikutan digunting. Pergi ke Arafah, ikut ke Arafah, dengarkan khotbah, dengar saja. Dengan mengikuti semuanya, hajinya sudah sah. Benar. Tidak ada doa panjang yang harus dihafal. Apabila semua rukun haji dan wajib haji telah dilaksanakan maka hajinya sah. Apakah beribadah haji memang berat? Pertanyaan ini muncul karena melihat jemaah haji terseok-seok membawa kopor yang berat. Semua tergantung Pak Haji. Bila kopor diisi beras, cobek batu, pisau daging, kompor, sampai palu besi, nah, pasti berat. Padahal itu hanya urusan makan: untuk menghemat biaya atau antisipasi bila tidak cocok selera. Proses ibadah haji sendiri terdiri dari umrah yang tidak memakan waktu sampai sehari, ke Arafah, Muzdalifah, Mina selama 4 hari (termasuk melempar jumrah). Tawaf ifadhah dan sa'i yang hanya perlu beberapa jam, terakhir tawaf wada’ yang juga beberapa jam. Hari-hari lainnya boleh bersuka-suka, melihat-lihat Makkah sampai tour ke Laut Merah. Buku kecil ini bercerita banyak tentang pengalaman haji seorang S. Harri Ash-Shiddiqie, yang secara cermat menuliskan pengalamannya ketika tinggal bersama jamaah di tanah suci. Ada kisah lucu, konyol, santai, sampai yang serius dan sakral, dituturkan dengan lincah. Namun agar buku ini tetap memiliki makna lebih, ia sertakan beberapa petunjuk yang membantu dalam ibadah haji, juga kamus istilah haji, daftar barang yang harus dibawa, hingga bagaimana cara ngliwet. Semua penting dicermati untuk bekal Anda beribadah haji.
Selamat mengkaji.
Penulis : S.Harri Ash-Shiddiqie, Khoirul Hadi
Jumlah Halaman : 274 hlm.
Ukuran :12 x 19.5 cm
Resensi :
Banyak yang menduga haji itu sulit, apalagi ketika melihat buku manasik haji yang tebal atau banyaknya doa yang harus dihafal. Seorang penatar bilang, bila ketua rombongan bertalbiyah, ikuti talbiyahnya; memutari Kakbah, ikut mutar; rambut digunting, ikutan digunting. Pergi ke Arafah, ikut ke Arafah, dengarkan khotbah, dengar saja. Dengan mengikuti semuanya, hajinya sudah sah. Benar. Tidak ada doa panjang yang harus dihafal. Apabila semua rukun haji dan wajib haji telah dilaksanakan maka hajinya sah. Apakah beribadah haji memang berat? Pertanyaan ini muncul karena melihat jemaah haji terseok-seok membawa kopor yang berat. Semua tergantung Pak Haji. Bila kopor diisi beras, cobek batu, pisau daging, kompor, sampai palu besi, nah, pasti berat. Padahal itu hanya urusan makan: untuk menghemat biaya atau antisipasi bila tidak cocok selera. Proses ibadah haji sendiri terdiri dari umrah yang tidak memakan waktu sampai sehari, ke Arafah, Muzdalifah, Mina selama 4 hari (termasuk melempar jumrah). Tawaf ifadhah dan sa'i yang hanya perlu beberapa jam, terakhir tawaf wada’ yang juga beberapa jam. Hari-hari lainnya boleh bersuka-suka, melihat-lihat Makkah sampai tour ke Laut Merah. Buku kecil ini bercerita banyak tentang pengalaman haji seorang S. Harri Ash-Shiddiqie, yang secara cermat menuliskan pengalamannya ketika tinggal bersama jamaah di tanah suci. Ada kisah lucu, konyol, santai, sampai yang serius dan sakral, dituturkan dengan lincah. Namun agar buku ini tetap memiliki makna lebih, ia sertakan beberapa petunjuk yang membantu dalam ibadah haji, juga kamus istilah haji, daftar barang yang harus dibawa, hingga bagaimana cara ngliwet. Semua penting dicermati untuk bekal Anda beribadah haji.
Selamat mengkaji.
Tulis review
Nama Anda:Review Anda: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
Rating: Jelek Bagus
Masukkan kode dalam kotak berikut:
Most Viewed