Kebudayaan Islam Eklusif atau Inklusif
Harga: Rp23.500 Rp21.150
Harga dalam Point Hadiah: 9
Harga dalam Point Hadiah: 9
Penerbit : Era Intermedia
Penulis : Dr. Yusuf Qardhawi
Jumlah Halaman : 180 hlm.
Ukuran :12 x 19.5 cm
Resensi :
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “kebudayaan†dimaknai sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia, seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Dari makna ini, kebudayaan dapat dipahami sebagai aktualisasi atas nilai-nilai yang tertanam dalam hati seseorang atau masyarakat. Karenanya, suatu kebudayaan disebut islami jika nilai-nilai yang membangkitkan kegiatan dan penciptaan pada manusia itu adalah nilai-nilai Islam. Kebudayaan Islam akan menjadi budaya suatu masyarakat, manakala masyarakat bersangkutan telah menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pijakan berbagai kegiatannya dalam kurun waktu yang relatif lama, hingga menjadi tradisi dan budaya yang telah menyatu. Kita sama-sama memahami bahwa syariat Islam datang dari Allah Swt. yang diturunkan kepada Rasulullah Saw. Islam memiliki norma-norma yang specifik dan tegas, berbeda dengan norma-norma dan ajaran selainnya. Karena hal yang demikian, apakah kebudayaan Islam menjadi eksklusif dan tidak mau menerima unsur luar? Atau, karena ia sudah menjadi daya cipta insani, apakah berubah menjadi terbuka atau inklusif hingga tidak tampak lagi ciri khas dan jati dirinya? Buku ini, yang ditulis oleh seorang ulama cendekiawan yang sangat luas wawasannya, Dr. Yusuf Qardhawi, memberikan penjelasan kepada kita hakikat kebudayaan Islam ini; eksklusifkah ia, atau inklusif? Buku ini sangat besar manfaatnya untuk dijadikan bahan kajian oleh setiap muslim yang ingin mengaktualisasikan keislamannya di tengah pluralitas umat manusia.
Penulis : Dr. Yusuf Qardhawi
Jumlah Halaman : 180 hlm.
Ukuran :12 x 19.5 cm
Resensi :
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “kebudayaan†dimaknai sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia, seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Dari makna ini, kebudayaan dapat dipahami sebagai aktualisasi atas nilai-nilai yang tertanam dalam hati seseorang atau masyarakat. Karenanya, suatu kebudayaan disebut islami jika nilai-nilai yang membangkitkan kegiatan dan penciptaan pada manusia itu adalah nilai-nilai Islam. Kebudayaan Islam akan menjadi budaya suatu masyarakat, manakala masyarakat bersangkutan telah menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pijakan berbagai kegiatannya dalam kurun waktu yang relatif lama, hingga menjadi tradisi dan budaya yang telah menyatu. Kita sama-sama memahami bahwa syariat Islam datang dari Allah Swt. yang diturunkan kepada Rasulullah Saw. Islam memiliki norma-norma yang specifik dan tegas, berbeda dengan norma-norma dan ajaran selainnya. Karena hal yang demikian, apakah kebudayaan Islam menjadi eksklusif dan tidak mau menerima unsur luar? Atau, karena ia sudah menjadi daya cipta insani, apakah berubah menjadi terbuka atau inklusif hingga tidak tampak lagi ciri khas dan jati dirinya? Buku ini, yang ditulis oleh seorang ulama cendekiawan yang sangat luas wawasannya, Dr. Yusuf Qardhawi, memberikan penjelasan kepada kita hakikat kebudayaan Islam ini; eksklusifkah ia, atau inklusif? Buku ini sangat besar manfaatnya untuk dijadikan bahan kajian oleh setiap muslim yang ingin mengaktualisasikan keislamannya di tengah pluralitas umat manusia.
Tulis review
Nama Anda:Review Anda: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
Rating: Jelek Bagus
Masukkan kode dalam kotak berikut:
