Zero To Hero

Merek: Pro-U
Kode Produk: Pro--306
Ketersediaan: Tersedia
Tersedia Rp. 42.000 Rp. 35.700 (15% OFF)
Harga dalam Point Reward: 14
Jml: +
-
00 review  0 review  |  Tulis review

"Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa"
Penulis : Solikhin Abu ‘Izzuddin
Penerbit : Pro-U Media
Cetakan : Empat
Halaman : 300 hlmn

Hidup adalah kumpulan waktu. Waktu adalah momentum untuk berprestasi. Yang tak mau menggunakan waktu dialah orang yang dijamin bakal rugi. Persis seperti orang yang sudah mati. Karena hidupnya seperti mayat yang beku, hidup tak sopan, mati bikin bau.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat, dimana banyak orang yang tertipu dengan keduanya; nikmat sehat dan waktu luang”. [HR Bukhari dari Ibnu Abbas].

Kalau dihitung-hitung, masing-masing waktu kita sama: 60 detik dalam 1 menit, 60 menit dalam 1 jam, dan 24 jam sehari, 7 hari sepekan, dan seterusnya. Kata Imam Al Ghazali, kalau orang umurnya 60 tahun –rata-rata- dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam waktu 60 tahun ia telah tidur selama 20 tahun. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Dan itulah kebanyakan manusia.

Kita orang biasa, tentu banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan, dan sebagainya. Ubah paradigma, cara pandang kita. Jangan menyalahkan keadaan, tapi buatlah keadaan. Tak usah mempermasalahkan kelemahan, tapi ubahlah keterbatasan menjadi anak-anak prestasi tinggi, amal-amal terpuji dalam jiwa pahlawan sejati. Bicaralah dengan kerja. Hidup ceria dengan kreatifitas. Cerdaskan jiwa agar bahagia.

Bila orang pesimis berkata, “Masalah ini mungkin bisa diselesaikan, tapi sulit”, maka optimislah dan katakan, “Masalah ini sulit, tapi mungkin.” Kuncinya kreatifitas, berpikir di luar ruang, mendobrak kebekuan, melawan kejumudan untuk mengatasi keadaan.

Inti kreatifitas dan inovasi adalah yakin dan berusaha menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja. Mampu melakukan perubahan ke arah kemajuan. Meraih prestasi dan terus menjaga serta meningkatkannya.

Popularitas seseorang belum tentu berbanding lurus dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Prestasi hakiki bukanlah harta yang melimpah, bukan kedudukan yang tinggi, jabatan yang mentereng, kekuasaan yang besar, atau berbagai atribut duniawi lainnya. Bisa jadi prestasi itu tak dikenal orang, tak ada sanjungannya, pujian, apalagi karangan bunga. Kita pun tidak menyadari itu sebagai prestasi, apalagi dilakukan dengan tulus hati.

Maka, bekerjalah dan teruslah berprestasi hingga maut menghampiri. Pahlawan sejati bukanlah kolektor atribut duniawi, hanya keridhaan Allah yang dicari. Al-Qur’an menegaskan,”…bekerjalah, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang akan melihat pekerjaanmu itu…” [QS.At-Taubah:105]

Tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan hidup seorang mukmin ada lima:
Pertama, setiap ilmunya bertambah, bertambahlah tawadhu’ dan kasih sayangnya.
Kedua, setiap amalnya bertambah, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya.
Ketiga, setiap kali umurnya bertambah, berkuranglah ketamakan dan kerakusannya.
Keempat, setiap hartanya bertambah, bertambah pula kedermawanan dan pengorbanannya.
Kelima, setiap kali kedudukannya bertambah, bertambah pula kedekatannya kepada sesama manusia, memenuhi kebutuhan mereka dan rendah hati terhadap manusia.
[Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah]

Menjadi orang besar tak harus keturunan darah biru. Tak mesti berawal dari kalangan ningrat, jet set atau kelas berat. Banyak orang biasa menjadi luar biasa justru karena berangkat betul-betul dari nol, from zero. Adapun bagi yang telah memiliki posisi, jabatan, kedudukan, gelar, atau apapun atribut duniawi yang dimiliki, mari kita men-zero-kan diri untuk mampu melesatkan dan melejitkan jiwa menuju prestasi mulia; taqwa dan derivasi fadhilahnya, hidup mulia dan berakhir bahagia, happy ending full barokah.

Bagaimana caranya?

Mari kita baca bersama-sama di buku ini...

Tulis review


Nama Anda:

Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Produk sejenis (3)