Memadu Cinta di Taman Islam

Merek: Era Intermedia
Kode Produk: Era -219
Ketersediaan: Tersedia
Tersedia Rp. 33.500 Rp. 26.800 (20% OFF)
Harga dalam Point Reward: 13
Jml: +
-
00 review  0 review  |  Tulis review

Penerbit : Era Intermedia
Penulis : Ahmad Nashib Al-Mahamid
Jumlah Halaman : 260 hlm.
Ukuran : 15,5 x 23 cm

Resensi :
Tersebutlah Utsman bin Mazh’un, salah seorang sahabat Rasulullah Saw. Ia dipukuli habis-habisan oleh orang-orang musyrikin Quraisy hingga babak belur. Salah satu matanya rusak karena pukulan itu. Salah seorang tokoh mereka sangat menyayangkan kenekadan Utsman, mengapa ia tidak meminta perlindungan kepadanya agar tidak tertimpa musibah semacam ini. Demi mendengar hal itu, ia berkata, “Bahkan mata yang satu ini iri hati terhadap apa yang menimpa saudaranya.” Ini hanya salah satu kisah bagaimana para sahabat “menikmati” penderitaan yang dialami karena membela Islam. Para ulama dakwah zaman ini berujar, “Nahnu natamata’ bi mata’ib ad-da’wah, Kita menikmati kesulitan dakwah.” Maka kita saksikan ketegaran para da’i di medan dakwah ketika memperjuangkan agamanya, meskipun kesulitan senantiasa menghadang sebagai resikonya. Menikmati penderitaan, adalah perkara yang sulit dipahami oleh logika sederhana. Namun ia pernah dan akan terus terjadi sepanjang masa. Dan itu hanya terjadi pada mereka yang dimabuk cinta. Pun di “taman” Islam, kita mencatat berbagai kisah tentang cinta suci. Cinta hamba kepada Allah, cinta Allah kepada hamba, kisah cinta timbal balik antara Rasulullah dan para sahabat, dan cinta sesama hamba. Cinta yang melenakan, yang membius, dan menjadikan semua menjadi indah. Nikmat dan derita, adalah dua kata yang berseberangan maknanya. Namun dalam bingkai cinta, keduanya sama saja; indah. Memadu Cinta di Taman Islam bertutur kepada Anda tentang keindahan cinta dalam naungan iman dan jihad fi sabilillah. Anda pun perlu terlibat di dalamnya.

Tulis review


Nama Anda:

Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut: