Dinar Solution

Merek: Gema Insani Press
Kode Produk: Gema 2014-001
Ketersediaan: Dapat Dipesankan (est. 2-3 hari)
Dapat Dipesankan (est. 2-3 hari) Rp. 59.900 Rp. 50.915 (15% OFF)
Jml: +
-
00 review  0 review  |  Tulis review

Ekonomi kapitalisme yang digerakkan oleh Amerika Serikat kini mengalami goncangan yang luar biasa. Goncangan ekonomi yang melanda negeri adikuasa itu berimbas ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Lihatlah, penjualan mobil merosot tajam. Harga properti pun demikian. Bank-bank menghemat pengucuran kreditnya, bahkan para pengelola keuangan ini lebih suka memburu orang agar mendepositokan uangnya di bank yang mereka kelola. Apa yang terjadi dengan uang kertas selama ini?
 

Sejarah telah membuktikan. Dalam 10 tahun terakhir, inflasi rupiah pernah mencapai 78% (tahun 1998). Bahkan, pada tahun 1965, inflasi Indonesia mencapai 650%. Jika pada tahun 1997 kita masih bisa makan di warteg dengan Rp 2.500 lengkap dengan minumnya, kini, 11 tahun kemudian, untuk makan di warteg dengan lauk dan minum yang sama, minimal kita mengeluarkan uang Rp 6.500.

 

Coba bandingkan dengan zaman Nabi Muhammad SAW. Pada zaman itu, Nabi Muhammad SAW bisa membeli kambing dengan harga 1 dinar. Harga kambing waktu itu, antara 1/2 sampai 2 dinar. Harga sekarang pun tetap sama, di seluruh dunia. Satu dinar setara dengan Rp 1.000.000. Atas dasar itulah, Muhaimin Iqbal, penulis buku ini, memberi tawaran agar dinar (uang logam emas) dan dirham (uang logam perak) dijadikan sebagai rujukan dalam mengelola keuangan keluarga.

 

Dengan bersumberkan kajian sejarah yang ditopang dengan rujukan ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi, buku ini secara rinci memberi penjelasan tentang manfaat dan praktek penggunaan dinar dan dirham. Di tengah terpuruknya ekonomi global saat ini, menabung dengan dinar dan dirham adalah pilihan yang mesti diapresiasi.
 

Tulis review


Nama Anda:

Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Produk sejenis (2)