Panduan Beribadah Khusus Wanita
Harga: Rp95.000 Rp85.500
Harga dalam Point Hadiah: 38
Harga dalam Point Hadiah: 38
Penulis : Syaikh Abu Malik Kamal
Jumlah Halaman : -.
Ukuran : -
Resensi :
Apakah Anda termasuk wanita yang hanya ikut-ikutan dalam beribadah? Menelan mentah-mentah apa yang Anda dengar dari kiai atau guru Anda, tanpa merujuk lagi pada buku rujukan yang layak? Jika itu benar terjadi pada Anda, maka sudah seharusnya Anda berputararah dan mengkaji kembali ibadah yang selama ini Anda jalani: sudah benar atau belum, menyimpang atau tidak, sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah atau justru mengandung unsur bid'ah?
Mari kita cermati satu per satu praktik ibadah yang kita jalankan selama ini. Sudah benarkah wudhu, tayammum, atau bahkan mandi jinabah kita? Apa saja syarat dan rukun mandi jinabah? Mungkinkah sepasang suami-istri mandi dalam satu kamar mandi? Apa yang dimaksud dengan air musta'mal, air musyammas, dan air mutlak?
Apakah bacaan saat ruku', sujud, iftitah, duduk antara dua sujud, atau saat tahiyatul masjid yang selama ini kita baca sudah tepat, tidak ditambah atau dikurangi? Di mana kita seharusnya meletakkan tangan setelah takbiratul ihram, di bagian atas atau bawah dada? Apa saja yang harus dilakukan oleh seorang muslimah agar shalatnya benar dan khusyu'?
Bagaimanakah wanita muslimah seharusnya berpuasa, menyantap sahur, dan berbuka? Syarat, rukun, sunat, atau wajib apa saja yang harus dipenuhi, jika dia ingin agar puasanya benar-benar diterima oleh Allah? Apakah boleh seorang muslimah berpuasa pada hari. Sabtu? Dan bolehkah dia memuasai orang yang sudah meninggal? Apa juga yang dimaksud dengan puasa dahr, puasa wishal, dan puasa dawud?
Kekayaan apa saja yang seharusnya kita keluarkan zakatnya? Apakah memang seharusnya gaji yang kita dapatkan harus dikeluarkan zakatnya? Bagaimana dengan rumah dan bangunan yang kita kontrakkan, apakah sebagian dari hasilnya juga harus disisihkan sebagai zakat? Siapa saja yang berhak menerima zakat? Apakah anakyatim atau janda harus mendapat bagian zakat?
Apa yang harus dilakukan seorang muslimah agar haji yang ditunaikannya menjadi haji mabrur? Apa saja syarat dan rukun haji? Apakah orang yang sudah menunaikan ibadah haji masih perlu mengerjakan umrah? Haruskah seorang muslimah menunaikan haji lebih dari satu kali, sementara di sekelilingnya masih banyak orang miskin dan terlantar?
Di dalam buku ini, Anda akan mendapatkan jawabannya. Semoga buku ini bisa mengantarAnda menjadi muslimah kaffah, yang taat beibadah karena Allah Ta'ala.
Tulis review
Nama Anda:Review Anda: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
Rating: Jelek Bagus
Masukkan kode dalam kotak berikut:
Most Viewed
















